Bolehkah Membunuh Hewan saat Istri Hamil?

membunuh hewan istri hamilSeorang lelaki yang mempunyai istri hamil tidak boleh membunuh binatang, ini merupakan salah satu mitos kehamilan yang beredar luas di masyarakat. Orang-orang, terutama para generasi tua mempercayai hal ini dan selalu menurunkan kepercayaan ini pada generasi penerusnya. Walaupun sebenarnya banyak orang tahu bahwa itu hanya mitos, tetapi kenapa banyak diantara mereka mempercayainya?

Biasanya sebuah mitos berasal dari pengetahuan dan pengalaman. Walaupun persepsinya kadang salah, namun mitos kehamilan itu seringkali memberi rasa takut. Banyak orang menilai membunuh binatang itu adalah dosa, apalagi dalam keadaan hamil. Sehingga orang yang menganut konsep dosa akan takut membunuh binatang pada saat hamil. Padahal dampaknya bisa berbahaya, lihat saja misalnya nyamuk, kecoak, tikus ataupun binatang lain yang membahayakan ibu hamil dan juga bayi yang dikandung.

Beberapa sumber di internet ada yang menyebutkan cerita bahwa ketika seorang lelaki yang istrinya sedang hamil membunuh monyet, anaknya yang lahir sangat mirip monyet. Jika dilihat secara ilmiah, tentu saja hal itu tidak berkaitan. Karena rupa ataupun wajah didesain berdasarkan gen orang tua.

Namun kehamilan itu tidak hanya masalah ilmiah, namun juga melibatkan psikologi. Seorang wanita hamil diyakini harus dalam kondisi yang damai dan tenang saat hamil agar kepribadian anaknya kelak tidak bermasalah. Jika seorang wanita hamil membunuh binatang, maka akan ada semacam rasa bersalah dalam dirinya. Rasa ini bisa menimbulkan stres yang nantinya akan berpengaruh pada kehamilan.

Jadi masalah boleh atau tidak membunuh saat hamil, tentu saja jawabannya relatif. Beberapa orang berpendapat bahwa membunuh hewan saat hamil diperbolehkan, sepanjang memang perlu. Membunuh nyamuk serta makhluk penyebab penyakit, membunuh ayam, ikan ataupun bebek untuk asupan protein. Semua membunuh ini bisa dibenarkan, bukan!

Lain halnya dengan membunuh monyet, singa, harimau ataupun hewan lain yang tidak ada berhubungan dengan penyakit ataupun konsumsi, tentu saja membunuh seperti ini dilarang.

Nah, jadi membunuh saat hamil itu tentu saja diperbolehkan. Asalkan tujuan pembunuhan itu demi kebaikan dan juga tidak melanggar hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>