Perkembangan Sel Telur Wanita

Pembentukan sel telur dimulai sejak embrio terbentuk pada hari ke 7-10 setelah fertilisasi. Pembentukan sel telur dimulai dari bakal sel telur yang disebut oogonia. Oogonia mengalami pertumbuhan (penambahan jumlah dan ukuran sel) menjadi oosit primer. Bayi perempuan yang baru lahir akan memiliki 1-2 juta sel oosit primer.

Oosit primer ini akan berkembang menjadi sel telur yang matang atau ovum melalui proses pembelahan sel yang disebut meiosis. Selama perkembangannya, oosit primer akan mengalami dua kali pembelahan meiosis. Meiosis I terjadi pada masa kanak-kanak dan akan dilanjutkan dengan meiosis II pada masa pubertas.

Proses perkembangan sel telur wanita menjadi sel telur yang matang, dalam arti siap untuk dibuahi oleh sel sperma, terjadi pada masa pubertas. Siklus menstruasi menandakan siklus pematangan sel telur setiap bulannya. Proses pembentukan dan pematangan sel telur terjadi di dalam ovarium. Sel telur berkembang di dalam kantung-kantung yang disebut folikel pada ovarium kanan mau pun kiri.

Setiap bulan, setidaknya 10-1000 folikel primer (folikel yang masih berukuran kecil) akan berkembang menjadi folikel tersier (folikel yang berisi ovum) di bawah pengaruh hormon FSH (follicle stimulating hormone) atau hormon penstimulus pematangan folikel. Mendekati masa ovulasi, maka akan ada satu folikel tersier yang akan melepaskan ovum menuju saluran telur atau tuba fallopii. Folikel lain yang belum matang akan berperan dalam memproduksi hormon estrogen.

Kadar hormon estrogen akan memicu peningkatan hormon LH (luteinizing hormon) yang berperan dalam proses pelepasan ovum (ovulasi) menuju rahim. Peristiwa ovulasi terjadi pada sekitar hari ke-14 sejak hari pertama siklus haid setiap bulannya. Ovum sebenarnya belum menyelesaikan pembelahan meiosis kedua dan tertahan pada metafase II. Pembelahan meiosis tersebut akan selesai ketika terdapat sel sperma yang membuahi ovum.

Ovum yang telah dilepaskan dari folikel di ovarium akan memasuki rahim melalui tuba fallopii. Ovum tersebut akan bertemu dengan sel sperma selama berada dalam tuba fallopii ini. Ketika terjadi kopulasi maka sel sperma akan berenang menuju tuba fallopii untuk mencari ovum untuk dibuahi. Masuknya kepala sel sperma menembus lapisan ovum akan memicu penyelesaian meiosis II ovum yang tertahan pada metafase II.

Setelah meiosis selesai maka akan terbentuk zigot yang merupakan hasil peleburan inti sel sperma dan inti ovum hasil meiosis. Zigot akan berpindah menuju rahim dengan bantuan rambut-rambut pendek (silia) yang terdapat pada dinding tuba fallopii. Perkembangan janin pada wanita hamil dimulai ketika zigot terimplantasi ke dinding rahim pada hari ke-7 setelah fertilisasi. Zigot akan berkembang menjadi kumpulan sel yang berbentuk seperti bola berongga yang disebut blastula. Blastula akan berkembang menjadi tiga lapisan embrio yang akan menjadi janin. Janin akan memiliki bentuk seperti bayi yang sangat kecil setidaknya pada akhir trimester pertama.

One thought on “Perkembangan Sel Telur Wanita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>