Alkohol dan ASI

ASI sering disebut air kehidupan karena begitu pentingnya ia bagi kehidupan si kecil. Salah satu musuh ASI adalah minuman alkohol. Seperti halnya dengan rokok, ibu menyusui yang mengkonsumsi alkohol akan memberikan efek buruk bagi bayi melalui ASI. Banyak studi yang berkonsentrasi terhadap masalah ini, karena telah banyak kasus-kasus gangguan kesehatan bayi akibat menyusu pada ibu yang mengkonsumsi minuman alkohol.

Sebuah studi terhadap sejumlah ibu menyusui di Amerika memberikan hasil bahwa para ibu yang mengkonsumsi alkohol mengalami penurunan produksi ASI dalam jumlah yang besar. Hal ini disebabkan karena pengaruh alkohol membuat kadar hormon oksitosin dan laktasin yang berguna dalam pembentukan susu mengalami penurunan sehingga ibu kesulitan dalam meyusui bayinya. Penurunan kadar hormon oksitosin mencapai angka 78%, sementara kadar hormon prolaktin mengalami penurunan yang drastis hingga 339%.

Fungsi penting hormon oksitosin adalah membuat kelenjar susu berkontraksi saat bayi menghisap puting payudara ibu, sehingga air susu ibu akan keluar melalui saluran kecil yang berujung di puting. Sementara fungsi hormon prolaktin adalah membuat kelenjar susu terus memproduksi air susu dalam jumlah dan kualitas yang baik. Hormon ini bekerja dalam dua proses menyusui yaitu saat bayi menghisap puting payudara ibu dan saat bayi usai menyusu.

Pada saat bayi menghisap puting susu ibu, hormon ini akan merangsang kelenjar susu untuk terus memproduksi susu sehingga volume ASi dalam payudara ibu tak pernah kosong. Dan pada saat bayi usai menyusu, hormon prolaktin juga merangsang kelenjar susu ibu untuk kembali memproduksi air susu dalam jumlah besar sebagai persediaan untuk proses menyusui berikutnya.

Pengaruh alkohol dalam ASI ibu juga menyebabkan gangguan pola tidur bayi. Ikatan Dokter di Amerika merilis informasi bahwa ibu menyusui yang meminum alkohol akan mempengaruhi pola tidur bayi karena membuat bayi cenderung mengantuk dan lemah, hal ini dimungkinkan karena alkohol memiliki efek menenangkan syaraf otak. Tetapi karena bayi mengantuk dan lemah maka akibatnya berat badan bayi akan sulit ditingkatkan. Selain itu alkohol juga membuat rasa dan aroma ASI menjadi berubah. Sebagian orang yang meneliti pengaruh minuman alkohol pada ASI menemukan fakta bahwa ASI memiliki aroma yang tajam serta rasa yang tidak disukai oleh bayi, sehingga bayi enggan menyusu pada ibu, akibatnya bayi sering rewel dan sulit tidur karena lapar.

Kandungan alkohol yang tinggi dalam ASI ibu mengakibatkan penurunan yang drastis pada kadar gula darah, sehingga dapat menyebabkan bayi mengalami dehidrasi. Meskipun kemungkinan terjadinya dehidrasi ini terbilang sangat kecil, tetapi tetap perlu diwaspadai karena dehidrasi yang terjadi pada bayi akan memicu terjadinya gangguan kesehatan lain, seperti gangguan pada fungsi otak dan ginjal. Indikasi jika bayi mengalami dehidrasi adalah lesu, kekeringan pada selaput lendir bayi dan kulit yang layu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>