Tag Archives: bantal untuk menyusui

Mempersiapkan Kedatangan Bayi di Rumah

Kedatangan bayi di rumah memang sangat dinanti-nantikan oleh anda serta keluarga besar lainnya. Suasana yang bahagia ini selalu disambut dengan berbagai macam perlengkapan bayi yang telah disediakan. Seakan peralatan bayi yang dijual di toko bayi semua akan dibeli oleh anda. Selain itu mempersiapkan kamar tidur bayi dengan wallpaper yang lucu dengan warna-warna yang meriah juga telah di penuhi mainan-mainan bayi dan tidak lupa satu set tempat tidur bayi menjadi hal yang utama.

Disarankan untuk tidak terlalu banyak membeli perlengkapan bayi, karena hanya digunakan 3 bulan kedepan. Selanjutnya pakaian bayi sudah tidak muat lagi, karena pertumbuhan bayi cepat sekali. Beberapa perlengkapan bayi yang anda bisa beli di toko bayi seperti, popok kain, gurita, celana panjang dan pendek, baju tangan panjang dan pendek, bedongan, sarung tangan dan kaki, alas tidur, sepatu bayi, baju hangat, tadah liur bayi dan topi.

Sedangkan peralatan yang perlu anda persiapkan diantaranya, bak mandi bayi, satu set tempat tidur bayi, kereta bayi, peralatan makan, peralatan mandi bayi dan perawatan bayi lainnya. Barang-barang ini semua bisa anda dapatkan di toko bayi sekitar anda. Sebelum membeli barang, sebaiknya buat daftar belanja sesuai dengan prioritas anda. Karena kedatangan bayi di rumah, tidak hanya ditentukan oleh kesiapan perlengkapan bayi. Yang paling utama kesiapan mental anda sebagai orang-tua dalam merawat, menjaga dan mendidik bayi anda hingga dewasa kelak. Selain itu tak lupa bahwa anda juga harus mempersiapkan finansial yang cukup dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Perangkat Keselamatan yang Efektif untuk Balita Anda

Pada umumnya balita mempelajari dan mengenal lingkungannya dengan menyentuh, mencium, dan merasakan atau mencobanya. Mereka tidak menyadari bahaya yang mungkin terjadi saat mereka mengeksporasi lingkungannya. Tanpa kita sadari para orang-tua, barang-barang disekeliling kita sangat berbahaya bagi keselamatan si-balita.

Menerapkan beberapa aturan keamanan, dan memeriksa atau membersihkan daerah sekitar rumah dapat membantu melindungi dan menjaga keselamatan bayi dari hal-hal berbahaya. Selain itu para orang-tua perlu lebih jeli dalam memilih perlengkapan bayi yang aman sehingga tidak merugikan keselamatan bayi anda. Beberapa perangkat keselamatan yang efektif untuk balita, diantaranya:

  1. Boks bayi atau tempat tidur bayi. Biasanya di toko perlengkapan bayi beragam model dan ukuran boks bayi yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan menggunakan boks bayi berteralis, akan mengurangi resiko bayi terjatuh saat tidur dibanding di tempat tidur biasa.
  2. Kereta bayi. Kereta bayi memang harus cermat. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan, seperti contoh kereta bayi untuk makan sangat penting. Balita pada umumnya sudah mulai repot ketika saat makan, atau ketika bermain. Kereta bayi dapat menghindari resiko bayi terjatuh ketika balita sudah mulai bisa merangkak.
  3. Mainan dan perabot balita berbahan plastik. Ini sangat penting, balita memiliki kebiasaan melempar mainan atau bahkan peralatan makannya.

Selain hal-hal di atas peran orang-tua atau pengasuh lebih memperhatikan zat-zat berbahaya disekeliling balita, diantaranya:

  • menjauhkan obat-obat, alkohol, kosmetik dan zat-zat berbahaya lainnya dari jangkauan balita.
  • menjauhkan peralatan berat, mudah pecah, mudah terbakar dan benda tajam dari jangkauan balita.
  • tutup semua stop kontak, cabut aliran listrik dan perangkat listrik lainnya yang mudah di jangkau balita
  • ajarkan mana makanan dan minuman yang boleh dan tidak boleh di makan/minum.

Ingatlah, hampir semua bahan bukan makanan berpotensi untuk membahayakan bayi anda. Peran orang-tua dalam merawat bayi dan memilih perlengkapan bayi yang aman dapat menjaga keselamatan bayi anda.

Tips Merawat Bayi Kembar

Memiliki bayi kembar memang merupakan hal yang menyenangkan. Karena secara bersamaan Kita dapat merawat dua individu sekaligus. Mempunyai tantangan tersendiri. Ya begitulah mungkin ungkapan yang tepat jika merawat bayi kembar. Namun jangan terlebih dahulu berpikiran jika merawat bayi kembar ini adalah hal yang terlalu sulit. Merawat bayi kembar butuh persiapan yang lebih banyak baik secara mental, tenaga dan juga finansial. Merawat bayi yang kembar, perlu trik tertentu. Dengan begini Kita justru akan lebih menikmati peran menjadi Ibu bagi si kembar.

Ada tips merawat bayi kembar yang bisa dilakukan.

  1. Berbagi tugas dengan suami. Merawat bayi kembar memerlukan komitmen antara Anda dan juga pasangan. Pekerjaan ini jika hanya dilakukan sendirian maka akan terasa jauh lebih berat. Karena itu dengan berbagi tugas bersama pasangan bisa lebih meringankan peran Anda. Sebagai contoh ketika Anda memandikan bayi yang satu, suami bisa menjaga bayi yang satunya lagi yang sudah dimandikan. Apalagi jika Anda memiliki anak kembar yang lebih dari dua, bicarakan juga kemungkinan melibatkan orang tua ataupun baby sitter. Komitmen-komitmen seperti ini sudah bisa dibuat pada saat Anda dan pasangan mengetahui jika si anak akan lahir kembar pada pemeriksaan USG.
  2. Perlakuan tidak harus serentak. Kembar berarti mirip ataupun sama. Idealnya juga perlakuan yang Kita berikan sama. Namun dalam praktiknya Anda tidak harus memperlakukan keduanya bersamaan. Betapa repotnya jika harus memperlakukan buah hati ini secara bersamaan dalam setiap hal. Sebagai antisipasinya Anda bisa merawat mereka secara bergantian. Hal ini bisa dimulai dari memandikan, memasangkan baju bahkan menyusui. Ketika memandikan si bayi kembar ini mulailah dengan memandikan si kakak, sementara si adik bisa digendong terlebih dahulu oleh suami. Baru setelah selesai memandikan, segera pasangkan baju si kakak hingga selesai. Setelah rangkaian memandikan dan memasangkan baju si kakak selesai baru kemudian beralih kepada adik. Lakukan rangkaian serupa dengan si kakak. Jika si kembar sudah bisa duduk, Kita bahkan bisa memandikan mereka secara bersamaan. Perlu diperhatikan juga baju yang dikenakan juga tidak harus berbentuk dan berwarna sama. Lebih baik Kita membedakan warna agar mudah mengenali mereka. Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah menyusui. Ibu menyusui perlu asupan nutrisi lebih, apalagi jika memiliki anak kembar. Rajin mengkonsumsi sayuran dan buah akan sangat membantu ibu menyusui. Susui si kembar secara bersamaan ataupun bergantian. Anda juga bisa memanfatakan ASI perah ketika si bayi yang satu disusui sementara bayi yang satunya diberi ASI perah dan ini bisa dilakukan secara bergantian.
  3. Gunakan stroller untuk membantu Anda. Stroller ini dapat membantu Anda dalam membawa si kembar. Tidak perlu menggendong mereka berdua, karena dengan stroller si kembar bisa didudukkan berdampingan ataupun di depan belakang.

Fungsi Bantal Saat Menyusui

Menyusui bayi bukanlah merupakan perkara mudah namun bukan pula merupakan perkara yang susah dilakukan. Butuh trik-trik khusus agar si buah hati ini mendapatkan ASI dengan banyak. Begitu pentingnya peranan ASI dalam memenuhi nutrisi dan tumbuh kembang balita sehingga Kita ingin selalu menghadirkannya. Terkadang karena kekurang tanggapan orang tua mengakibatkan ASI kurang banyak dan kurang terserap oleh anak sehingga anak menjadi malas untuk menyusu dan lebih memilih susu formula dengan menggunakan dot.

Apalagi terkadang sebagai ibu menyusui Kita justru dihadapkan dengan berbagai kesibukan lain yang membuat perhatian terhadap anak kadang terbagi. Pastinya Anda tidak ingin keadaannya seperti ini, karena setiap Ibu ingin memberikan ASI terbaik untuk buah hati. Karena itulah Kita harus mencari cara menyusui yang baik. Sebagai Ibu menyusui Kita dihadapkan dengan berbagai pilihan untuk mempermudah agar buah hati bisa mendapatkan nutrisi terbaiknya ini. Salah satu yang biasanya digunakan untuk mengakali hal ini adalah dengan penggunaan bantal saat menyusui. Lantas, apa sebenarnya fungsi dari bantal ini saat menyusui?

Fungsi bantal saat menyusui:

  1. Jika memiliki bentuk payudara yang kecil dan pendek, hal ini akan menyulitkan anak untuk mendapatkan ASI. Untuk itu agar memudahkan bayi untuk mendapatan ASI, perlu dibuat sesuatu untuk menyangga atau untuk meninggikan posisi bayi agar mulut bayi bisa lebih dekat ke payudara. Dengan begini, bayi tidak akan kesulitan untuk menemukan ataupun menjangkau payudara si ibu.
  2. Bantal ini berfungsi untuk menjaga agar kepala bayi tidak melorot pada saat menyusui. Apalagi biasanya bayi kerap kali tertidur ketika sedang disusui. Agar kegiatan menyusuinya ini menjadi lebih aman, Anda bisa selalu menggenakan bantal saat si buah hati menyusui. Bantal yang tersedia di pasaran bermacam-macam bentuknya. Untuk mengatasi agar bayi tidak melorot ini Kita bisa menggunakan bantal yang memiliki karet sehingga kepala bayi tertahan dan tidak akan jatuh.
  3. Fungsi bantal selanjutnya ketika menyusui adalah untuk menganjal tangan si buah hati. Apalagi jika si kecil sampai tertidur saat menyusui sehingga membuat tangan akan terasa pegal. Jika si bayi menyusui dalam waktu yang lama, bantal ini sangat berperan sekali. Bayi yang mengalami pegal pada tangan hanya bisa mengutarakan rasa sakit ini. Hanya tangisan biasanya yang dapat mewakili. Karena itulah agar buah hati ini tidak mengalami keluhan, sedari dini Kita sudah melakukan pencegahan.
  4. Bayi yang dapat menyusui dengan baik akan membuatnya mudah mendapatkan nutrisi terbaik nya. Dengan begini si bayi akan lebih sering untuk menyusu. Selain itu sebagai Ibu menyusui Kita pastinya juga akan senang jika produksi ASI bisa bertambah banyak dengan semakin seringnya dikeluarkan. Maka dari itulah peran bantal pada saat menyusui akan sangat membantu untuk mempermudah pemberian nutrisi terbaik ini.

Persiapan Menyusui

Menyandang predikat sebagai Ibu memang sangat menyenangkan. Salah satu yang menjadi tugas rutin seorang Ibu adalah menyusui. Ibu menyusui harus mempunyai persiapan menyusui yang baik, apalagi untuk yang baru pertama kali menyandang predikat yang satu ini. Berbagai cara menyusui dilakukan para Ibu untuk dapat memberikan nutrisi terbaik untuk buah hati.

Mulai dari memberikan ASI langsung maupun memberikan ASI perah. ASI perah dimungkinkan apabila Si Ibu sakit dan memerlukan istirahat ataupun jika si Ibu pergi dalam waktu yang lama. Ibu menyusui haruslah mengkonsumsi makanan yang baik karena secara otomatis si bayi akan turut mengkonsumsi makanan yang Ibu konsumsi. Nah, agar kegiatan menyusui ini menjadi kegiatan penting untuk tumbuh kembang buah hati, ada beberapa persiapan menyusui yang bisa Kita lakukan.

  1. Lakukan persiapan menyusui ini sedini mungkin dengan makanan sehat. Semasa kehamilan, bekali diri dengan makanan yang sehat dan bergizi. Hal ini dilakukan agar ketika bayi lahir bayi mendapatkan makanan terbaiknya. Perlu Kita ingat juga bahwa produksi ASI ini tidak dipengaruhi oleh ukuran payudara tetapi lebih dipengaruhi oleh asupan gizi si Ibu selama masa kehamilan dan juga menyusui serta cara menyusui yang dilakukan. Karena itu ketika masa kehamilan, cukupi kebutuhan gizi akan sayuran, ikan dan juga buah. Pada saat sekarang juga sudah banyak dijual susu yang sangat membantu mencukupi kebutuhan gizi Ibu hamil, tentunya dengan tidak meninggalkan kebiasaan hidup sehat dengan konsumsi buah dan sayur. Anda bisa memperbanyak mengkonsumsi daun katuk dan juga kacang-kacangan ketika menyusui. Konsumsi bubur kacang hijau dua gelas perhari nya sangat baik untuk meningkatkan produksi ASI dan memberikan nutrisi terbaik untuk buah hati.
  2. Perhatikan bentuk puting susu. Hal ini akan berpengaruh pada keberhasilan Ibu menyusui nantinya. Bentuk puting susu yang baik adalah yang dapat digerakkan dengan bebas. Untuk mendapatkan puting yang baik ini Anda bisa menekan aroela (bagian berwarna gelap) dengan ibu jari maupun telunjuk sehingga dapat mengakibatkan puting susu menjadi menonjol keluar. Dengan begini puting akan lebih mudah masuk ke dalam mulut bayi. Namun jika puting tetap tertanam atau masuk ke dalam, Anda bisa gunakan alat yang ditempelkan pada bagian gelap ini sehingga diharapkan puting ini akan keluar dan memudahkan bayi untuk menyusui.
  3. Ketika menyusui. Biasanya ASI pertama yang dihasilkan berwarna kuning. Namun tidak perlu khawatir dan juga takut, lantas membuangnya. ASI pertama yang berwarna kuning ini mengandung banyak kolostrum. Kolostrum ini memiliki nilai gizi yang cukup tinggi yang baik untuk bayi karena tinggi kadar protein dan juga mengandung zat anti infeksi serta menjadikan bayi memiliki daya tahan tubuh yang tinggi.

10 Tips Menyusui

Bagi sebagian wanita terutama ibu muda, menyusui bayi bisa menjadi hal yang sulit dilakukan bahkan ada beberapa kasus kegagalan dalam menyusui. Berikut ini beberapa tips yang semoga dapat memberi manfaat bagi proses menyusui bayi.

  1. Semakin cepat semakin baik. Mulailah menyusui sesegera mungkin pasca bayi dilahirkan, karena semakin cepat bayi disusui maka akan semakin besar peluang berhasilnya proses menyusui bayi. Tak mengherankan jika kemudian gencar disosialisasikan metode “inisiasi menyusui dini”, yaitu cara menyusui dengan segera menempelkan bayi ke tubuh ibunya begitu ia dilahirkan dan membiarkan bayi berusaha sendiri mencari puting ibu untuk menyusu. Metode ini membuat bayi menyusu pada ibu bukannya bayi disusui oleh ibu. Salah satu manfaat inisiasi meyusui bayi sejak dini adalah memperbesar peluang keberhasilan bagi ibu selama proses menyusui kelak.
  2. Berikan ASI sesuka bayi. Ibu tak perlu membuat jadwal rutin kapan waktu bagi ibu menyusui bayinya. Karena secara insting alami, bayi akan langsung menangis jika merasa lapar dan ingin menyusu. Selain itu semakin sering ibu menyusui maka produksi ASI pun akan semakin melimpah, sehingga ibu tak perlu khawatir akan stok nutrisi bagi buah hati.
  3. Hindari ASI yang menyembur. Volume ASI yang melimpah biasanya membuat aliran ASI memuncrat keluar, hal ini bisa membuat bayi tersedak. Maka tips untuk menghindari bayi tersedak adalah dengan menampung terlebih dahulu kelebihan ASI tadi ke botol yang bersih, baru kemudian puting ibu diberikan kepada bayi setelah ASI mengalir dengan baik.
  4. Rutin membersihkan puting payudara, terutama saat akan menyusui bayi. Membersihkan puting payudara ibu menyusui adalah keharusan, demi menghindarkan tertelannya kuman dan kotoran ke mulut bayi saat ibu menyusui bayi. Hal ini untuk menghindarkan bayi dari kemungkinan terserang penyakit, seperti diare dan influensa.
  5. Gunakan masker jika ibu dalam keadaan sakit. Jika ibu sedang mengalami suatu penyakit misal flu, sebaiknya gunakan masker selama proses menyusui bayi agar bayi terhindar dari tertular penyakit yang dapat menyebar melalui udara saat ibu bernafas atau berbicara.
  6. Selalu berkonsultasi pada dokter jika ibu ingin meminum suatu jenis obat. Hal ini karena banyak obat-obatan kimia memiliki efek samping negatif yang dapat mengakibatkan proses menyusui terganggu.
  7. Duduk atau berbaring dengan benar saat menyusui. Bagi ibu dan bayi, cara menyusui yang benar memiliki peran penting bagi keberhasilan proses tersebut. Cara menyusui terbaik saat duduk adalah duduk dengan tegak dan rileks, gunakan bantal untuk menganjal bagian pinggang belakang ibu, kemudian bayi terbaring dipangkuan ibu dan ditopang dengan nyaman oleh lengan ibu. Pilih kursi yang tak terlalu empuk dan rendah agar ibu merasa nyaman selama menyusui. Jika dalam posisi terbaring, kepala bayi berada di salah satu lengan ibu, kemudian dada dan perut bayi menempel pada tubuh ibu. Posisi payudara ibu harus berada sedikit di atas kepala bayi, dan dagu bayi menempel pada payudara ibu bagian bawah agar hidung bayi tak tertutupi oleh payudara ibu.
  8. Usahakan semua bagian areola payudara ibu masuk ke dalam mulut bayi. Hal tersebut untuk memudahkan bayi menghisap ASI keluar dari payudara ibu, selain itu juga akan menghindarkan ibu dari rasa sakit saat menyusui bayi.
  9. Bantulah bayi bersendawa. Setelah selesai bayi menyusu, sandarkan tubuh bayi secara tegak di bahu ibu kemudian tepuk-tepuk secara lembut bagian punggung bayi untuk membuat bayi bersendawa.
  10. Simpanlah ASI dalam wadah yang steril dan masukkan ke dalam freezer jika ibu hendak meninggalkan bayinya untuk beraktifitas di luar rumah, sehingga bayi tetap dapat meminum ASI dengan bantuan baby sitter meskipun ibu sedang tak berada di rumah.