Tag Archives: meningkatkan produksi air susu ibu

Cara Menyimpan ASI

Susu ASI memiliki manfaat yang sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tetapi tidak semua ibu menyusui bayinya. Hal tersebut terjadi karena beberapa alasan, seperti ibu yang bekerja tidak memiliki waktu untuk menyusui bayinya. Hal tersebut tidak perlu terjadi, mengingat betapa penting peranan susu ASI bagi kesehatan bayi Anda dan banyak teknik pemberian ASI yang cukup fleksibel. Salah satu cara pemberian ASI bagi ibu yang sibuk yakni dengan cara menyimpan ASI yang akan diberikan kepada bayi. Sehingga tidak menuntut keberadaan ibu saat jadwal pemberian ASI. Pertama kali yang harus Anda lakukan adalah mengeluarkan susu ASI dengan menggunakan pompa payudara. Tetapi jangan lupa untuk menjaga kebersihan pompa payudara Anda. Sehingga sebelum menggunakan lebih baik dicuci dengan menggunakan air panas dan sabun kemudian dibilas hingga bersih untuk menjaga sterilisasi pompa. Kemudian susu ASI tersebut harus disimpan dengan cara yang benar. Sebab jika cara penyimpanan ASI dilakukan dengan tidak tepat dapat mengakibatkan susu tidak layak dikonsumsi bayi, bahkan dapat menjadi racun yang membahayakan kesehatan bayi Anda. Berikut beberapa cara menyimpan ASI yang benar.

  1. Sebaiknya penyimpanan ASI dilakukan dalam pendingin dari pada menggunakan freezer. Sebab pembekuan dapat menghancurkan beberapa zat dalam susu ASI yang melindungi tubuh dari terjadinya infeksi. Tetapi susu ASI yang beku masih lebih baik dikonsumsi oleh bayi Anda dari pada susu formula.
  2. Jika menyimpan susu ASI dalam kamar. Maka pemberian ASI layak dilakukan jika susu tersebut disimpan dalam kurun waktu selama 4-8 jam dalam suhu tidak lebih dari 25°C.
  3. Jika menyimpan susu ASI dalam lemari es. Susu diletakkan pada tempat yang telah disterilkan. Lebih baik menggunakan botol plastik atau kantong plastik dari pada tempat dari kaca, sebab sel darah putih yang terdapat pada susu akan menempel pada kaca. Sebaiknya susu ASI disimpan selama 2-3 hari dalam suhu kurang dari 4°C.
  4. Jika menyimpannya dalam freezer, susu dapat bertahan hingga 2 minggu. Jika freezer suhunya kurang dari -18°C, maka susu akan bertahan hingga enam bulan. Gunakan wadah steril yang lebih rendah, atau botol yang telah diberi sedikit celah diatasnya, sebab ketika membeku susu akan mengembang. Cara mencairkan susu dengan meletakkan dalam lemari es tetapi bukan bagian freezer selama 24 jam.
  5. Jangan lupa mencuci tangan sebelum melakukan penyimpanan ASI. Dengan menjaga kebersihan diri dan peralatan penyimpanan, akan mengurangi kemungkinan tumbuhnya bakteri dalam susu.
  6. Berikan label pada setiap botol penyimpanan susu ASI dengan mencantumkan tanggal penyimpanan. Saat pemberian ASI, gunakan susu yang terlebih dahulu disimpan.
  7. Saat penyajian susu beku dapat dicampur dengan susu segar yang didinginkan selama satu jam. Hal tersebut dapat dilakukan bila susu yang dibekukan tersebut lebih sedikit bagian yang membeku.
  8. Bila Anda terburu-buru jangan pernah mencairkan susu dengan menggunakan microwave, sebab akan menghancurkan banyak zat yang baik bagi kesehatan bayi Anda. Letakkan botol tempat susu yang disimpan, dibawah pancuran air dingin, kemudian siram dengan air hangat. Pemberian ASI dilakukan ketika bagian luar botol tersebut telah mengering.

Meskipun cara menyimpan ASI dengan tepat, maka susu ASI masih memiliki banyak manfaat dan layak dikonsumsi oleh bayi. Tetapi satu hal yang perlu Anda ingat, bahwa pemberian ASI dengan cara ibu menyusui jauh lebih baik dan bermanfaat, selain kandungan gizi yang utuh, juga akan terjalin ikatan kasih sayang yang lebih baik antara ibu dan anak.

Botol Atau Payudara-Mana yang Terbaik

Banyak bayi yang menjadi begitu akrab dengan botol susu karena dengan beragam alasan ibu menyusui memilih menggunakan botol dalam pemberian ASI bagi si kecil. Tetapi payudara dan botol memiliki perbedaan yang jauh . Setidaknya ada 3 hal yang dapat digunakan untuk membandingkan mana yang lebih baik antara botol atau payudara, yaitu nutrisi, psikologis, dan pertumbuhan gigi bayi.

Menyusui bayi secara langsung dengan payudara ibu punya banyak keunggulan yaitu susu selalu mudah, segar, hangat, higienis, dan sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan bayi sehingga nutrisinya benar-benar terjaga. Sementara jika menggunakan botol ibu harus menyiapkan terlebih dahulu botol yang benar-benar steril dengan mencuci, merebus dan mengeringkannya barulah kemudian dapat digunakan untuk meyusui bayi. Hal ini untuk menjaga agar nutrisi susu tetap terjaga dan terhindar dari kotoran yang dapat merusak komposisinya. Selain itu jika susu dalam botol tersisa ibu tak dapat lagi memberikannya pada bayi karena hanya mampu bertahan dalam waktu 3 jam saja jika tidak disimpan dalam freezer.

Menyusui bayi secara langsung merupakan cara paling sederhana dan mudah untuk mendekatkan hubungan antara ibu dan bayi. Ditinjau dari sisi psikologis, pemberian ASI dengan payudara membuat ibu merasa dibutuhkan, dan bagi bayi akan memberikan rasa nyaman, aman dan tenang sehingga memperkuat tali batin antara keduanya. Sebaliknya bayi yang meminum susu menggunakan botol tak mendapatkan sensasi-sensasi tadi, botol hanya membantunya untuk memasukkan susu ke dalam perutnya. Ditambah lagi bayi yang minum dengan botol menjadi rentan terhadap kembung, karena susu akan tetap mengalir keluar dari botol meskipun bayi tak menyedotnya.

Pertumbuhan fisik bayi juga dapat dipengaruhi oleh pemberian ASI melaluui payudara atau botol susu, terutama pertumbungan gigi dan rongga mulut bayi. Payudara memiliki bentuk dan otot yang elastis sehingga dapat mengikuti perkembangan gigi dan rongga mulut bayi, juga karena gerakan menghisap puting ibu membantu melatih otot rahang bayi maka pertumbuhan organ mulut bayi dapat berjalan dengan baik. Sementara jika ibu tak jeli dalam memilih karet botol, justru dapat memberi pengaruh tidak baik bagi pertumbuhan gigi dan rongga mulut bayi. Beberapa jenis karet dot memiliki tektur yang tebal dan sedikit keras, jenis seperti ini membuat rongga mulut bayi bagian atas mengalami penekanan sehingga membentuk lengkungan yang lebih dalam dari bentuk normal. Kelak hal ini dapat membuat pertumbuhan gigi bayi menjadi tidak rata.

Selain itu, ibu menyusui juga akan kesulitan untuk kembali memberikan ASI secara langsung pada bayi yang sudah terlanjur menggunakan botol. Meminum susu dari botol membuat bayi enggan kembali menyedot puting payudara ibu. Keadaan ini karena saat menggunakan botol, bayi tak harus menyedotnya untuk mengeluarkan susu, sementara jika dengan payudara ibu bayi harus menyedot puting ibu untuk mengeluarkan susu. Intinya minum dengan botol lebih mudah bagi bayi sehingga ia enggan kembali pada puting ibu.

Fungsi Bantal Saat Menyusui

Menyusui bayi bukanlah merupakan perkara mudah namun bukan pula merupakan perkara yang susah dilakukan. Butuh trik-trik khusus agar si buah hati ini mendapatkan ASI dengan banyak. Begitu pentingnya peranan ASI dalam memenuhi nutrisi dan tumbuh kembang balita sehingga Kita ingin selalu menghadirkannya. Terkadang karena kekurang tanggapan orang tua mengakibatkan ASI kurang banyak dan kurang terserap oleh anak sehingga anak menjadi malas untuk menyusu dan lebih memilih susu formula dengan menggunakan dot.

Apalagi terkadang sebagai ibu menyusui Kita justru dihadapkan dengan berbagai kesibukan lain yang membuat perhatian terhadap anak kadang terbagi. Pastinya Anda tidak ingin keadaannya seperti ini, karena setiap Ibu ingin memberikan ASI terbaik untuk buah hati. Karena itulah Kita harus mencari cara menyusui yang baik. Sebagai Ibu menyusui Kita dihadapkan dengan berbagai pilihan untuk mempermudah agar buah hati bisa mendapatkan nutrisi terbaiknya ini. Salah satu yang biasanya digunakan untuk mengakali hal ini adalah dengan penggunaan bantal saat menyusui. Lantas, apa sebenarnya fungsi dari bantal ini saat menyusui?

Fungsi bantal saat menyusui:

  1. Jika memiliki bentuk payudara yang kecil dan pendek, hal ini akan menyulitkan anak untuk mendapatkan ASI. Untuk itu agar memudahkan bayi untuk mendapatan ASI, perlu dibuat sesuatu untuk menyangga atau untuk meninggikan posisi bayi agar mulut bayi bisa lebih dekat ke payudara. Dengan begini, bayi tidak akan kesulitan untuk menemukan ataupun menjangkau payudara si ibu.
  2. Bantal ini berfungsi untuk menjaga agar kepala bayi tidak melorot pada saat menyusui. Apalagi biasanya bayi kerap kali tertidur ketika sedang disusui. Agar kegiatan menyusuinya ini menjadi lebih aman, Anda bisa selalu menggenakan bantal saat si buah hati menyusui. Bantal yang tersedia di pasaran bermacam-macam bentuknya. Untuk mengatasi agar bayi tidak melorot ini Kita bisa menggunakan bantal yang memiliki karet sehingga kepala bayi tertahan dan tidak akan jatuh.
  3. Fungsi bantal selanjutnya ketika menyusui adalah untuk menganjal tangan si buah hati. Apalagi jika si kecil sampai tertidur saat menyusui sehingga membuat tangan akan terasa pegal. Jika si bayi menyusui dalam waktu yang lama, bantal ini sangat berperan sekali. Bayi yang mengalami pegal pada tangan hanya bisa mengutarakan rasa sakit ini. Hanya tangisan biasanya yang dapat mewakili. Karena itulah agar buah hati ini tidak mengalami keluhan, sedari dini Kita sudah melakukan pencegahan.
  4. Bayi yang dapat menyusui dengan baik akan membuatnya mudah mendapatkan nutrisi terbaik nya. Dengan begini si bayi akan lebih sering untuk menyusu. Selain itu sebagai Ibu menyusui Kita pastinya juga akan senang jika produksi ASI bisa bertambah banyak dengan semakin seringnya dikeluarkan. Maka dari itulah peran bantal pada saat menyusui akan sangat membantu untuk mempermudah pemberian nutrisi terbaik ini.

Alkohol dan ASI

ASI sering disebut air kehidupan karena begitu pentingnya ia bagi kehidupan si kecil. Salah satu musuh ASI adalah minuman alkohol. Seperti halnya dengan rokok, ibu menyusui yang mengkonsumsi alkohol akan memberikan efek buruk bagi bayi melalui ASI. Banyak studi yang berkonsentrasi terhadap masalah ini, karena telah banyak kasus-kasus gangguan kesehatan bayi akibat menyusu pada ibu yang mengkonsumsi minuman alkohol.

Sebuah studi terhadap sejumlah ibu menyusui di Amerika memberikan hasil bahwa para ibu yang mengkonsumsi alkohol mengalami penurunan produksi ASI dalam jumlah yang besar. Hal ini disebabkan karena pengaruh alkohol membuat kadar hormon oksitosin dan laktasin yang berguna dalam pembentukan susu mengalami penurunan sehingga ibu kesulitan dalam meyusui bayinya. Penurunan kadar hormon oksitosin mencapai angka 78%, sementara kadar hormon prolaktin mengalami penurunan yang drastis hingga 339%.

Fungsi penting hormon oksitosin adalah membuat kelenjar susu berkontraksi saat bayi menghisap puting payudara ibu, sehingga air susu ibu akan keluar melalui saluran kecil yang berujung di puting. Sementara fungsi hormon prolaktin adalah membuat kelenjar susu terus memproduksi air susu dalam jumlah dan kualitas yang baik. Hormon ini bekerja dalam dua proses menyusui yaitu saat bayi menghisap puting payudara ibu dan saat bayi usai menyusu.

Pada saat bayi menghisap puting susu ibu, hormon ini akan merangsang kelenjar susu untuk terus memproduksi susu sehingga volume ASi dalam payudara ibu tak pernah kosong. Dan pada saat bayi usai menyusu, hormon prolaktin juga merangsang kelenjar susu ibu untuk kembali memproduksi air susu dalam jumlah besar sebagai persediaan untuk proses menyusui berikutnya.

Pengaruh alkohol dalam ASI ibu juga menyebabkan gangguan pola tidur bayi. Ikatan Dokter di Amerika merilis informasi bahwa ibu menyusui yang meminum alkohol akan mempengaruhi pola tidur bayi karena membuat bayi cenderung mengantuk dan lemah, hal ini dimungkinkan karena alkohol memiliki efek menenangkan syaraf otak. Tetapi karena bayi mengantuk dan lemah maka akibatnya berat badan bayi akan sulit ditingkatkan. Selain itu alkohol juga membuat rasa dan aroma ASI menjadi berubah. Sebagian orang yang meneliti pengaruh minuman alkohol pada ASI menemukan fakta bahwa ASI memiliki aroma yang tajam serta rasa yang tidak disukai oleh bayi, sehingga bayi enggan menyusu pada ibu, akibatnya bayi sering rewel dan sulit tidur karena lapar.

Kandungan alkohol yang tinggi dalam ASI ibu mengakibatkan penurunan yang drastis pada kadar gula darah, sehingga dapat menyebabkan bayi mengalami dehidrasi. Meskipun kemungkinan terjadinya dehidrasi ini terbilang sangat kecil, tetapi tetap perlu diwaspadai karena dehidrasi yang terjadi pada bayi akan memicu terjadinya gangguan kesehatan lain, seperti gangguan pada fungsi otak dan ginjal. Indikasi jika bayi mengalami dehidrasi adalah lesu, kekeringan pada selaput lendir bayi dan kulit yang layu.

Persiapan Menyusui

Menyandang predikat sebagai Ibu memang sangat menyenangkan. Salah satu yang menjadi tugas rutin seorang Ibu adalah menyusui. Ibu menyusui harus mempunyai persiapan menyusui yang baik, apalagi untuk yang baru pertama kali menyandang predikat yang satu ini. Berbagai cara menyusui dilakukan para Ibu untuk dapat memberikan nutrisi terbaik untuk buah hati.

Mulai dari memberikan ASI langsung maupun memberikan ASI perah. ASI perah dimungkinkan apabila Si Ibu sakit dan memerlukan istirahat ataupun jika si Ibu pergi dalam waktu yang lama. Ibu menyusui haruslah mengkonsumsi makanan yang baik karena secara otomatis si bayi akan turut mengkonsumsi makanan yang Ibu konsumsi. Nah, agar kegiatan menyusui ini menjadi kegiatan penting untuk tumbuh kembang buah hati, ada beberapa persiapan menyusui yang bisa Kita lakukan.

  1. Lakukan persiapan menyusui ini sedini mungkin dengan makanan sehat. Semasa kehamilan, bekali diri dengan makanan yang sehat dan bergizi. Hal ini dilakukan agar ketika bayi lahir bayi mendapatkan makanan terbaiknya. Perlu Kita ingat juga bahwa produksi ASI ini tidak dipengaruhi oleh ukuran payudara tetapi lebih dipengaruhi oleh asupan gizi si Ibu selama masa kehamilan dan juga menyusui serta cara menyusui yang dilakukan. Karena itu ketika masa kehamilan, cukupi kebutuhan gizi akan sayuran, ikan dan juga buah. Pada saat sekarang juga sudah banyak dijual susu yang sangat membantu mencukupi kebutuhan gizi Ibu hamil, tentunya dengan tidak meninggalkan kebiasaan hidup sehat dengan konsumsi buah dan sayur. Anda bisa memperbanyak mengkonsumsi daun katuk dan juga kacang-kacangan ketika menyusui. Konsumsi bubur kacang hijau dua gelas perhari nya sangat baik untuk meningkatkan produksi ASI dan memberikan nutrisi terbaik untuk buah hati.
  2. Perhatikan bentuk puting susu. Hal ini akan berpengaruh pada keberhasilan Ibu menyusui nantinya. Bentuk puting susu yang baik adalah yang dapat digerakkan dengan bebas. Untuk mendapatkan puting yang baik ini Anda bisa menekan aroela (bagian berwarna gelap) dengan ibu jari maupun telunjuk sehingga dapat mengakibatkan puting susu menjadi menonjol keluar. Dengan begini puting akan lebih mudah masuk ke dalam mulut bayi. Namun jika puting tetap tertanam atau masuk ke dalam, Anda bisa gunakan alat yang ditempelkan pada bagian gelap ini sehingga diharapkan puting ini akan keluar dan memudahkan bayi untuk menyusui.
  3. Ketika menyusui. Biasanya ASI pertama yang dihasilkan berwarna kuning. Namun tidak perlu khawatir dan juga takut, lantas membuangnya. ASI pertama yang berwarna kuning ini mengandung banyak kolostrum. Kolostrum ini memiliki nilai gizi yang cukup tinggi yang baik untuk bayi karena tinggi kadar protein dan juga mengandung zat anti infeksi serta menjadikan bayi memiliki daya tahan tubuh yang tinggi.

5 Tips Meningkatkan Produksi ASI

Menyusui merupakan kegiatan yang kerap dilakukan oleh wanita yang menjadi Ibu. ASI Ibu ini sangat dibutuhkan oleh si kecil sebagai nutrisi utama dalam tubuhnya. Memberikan asi eksklusif kepada buah hati merupakan hal yang sangat berguna untuk tumbuh kembang si kecil. Namun, ada kalanya produksi air susu yang dihasilkan sedikit. Agar dapat meningkatkan ASI, ada 5 tips yang bisa dilakukan.

  1. Banyak konsumsi buah dan sayuran. Banyak mengkonsumsi sayuran hijau khususnya dan juga buah-buahan dapat meningkatkan ASI. Sayuran hijau yang dapat dikonsumsi untuk menambah produksi ASI ini diantaranya daun katu. Daun katu ini bisa dijumpai di sekitar kita, karena biasanya mudah tumbuh di pekarangan rumah. Selain mengkonsumsi daun katu, memperbanyak konsumsi kacang-kacangan juga sangat dianjurkan. Kacang-kacangan terutama kacang hijau dapat menambah produksi ASI. Anda bisa konsumsi 2 gelas bubur kacang hijau dalam seharinya. Segala macam jenis buah segar yang banyak dijual di pasaran dapat Anda konsumsi, terutama kurma dan juga pepaya hijau yang telah dimasak terlebih dahulu dan dapat Anda jadikan sebagai sayur. Dengan bertambahnya produksi ASI, maka secara otomatis Anda bisa memberikan ASI eksklusif untuk si buah hati.
  2. Kosongkan ASI setelah dikonsumsi. Semakin sering mengeluarkan ASI maka produksi ASI Ibu juga akan semakin lebih banyak. Namun ada kalanya air susu ini tidak dapat dikeluarkan semuanya, karena barangkali sebelum air susu habis dikeluarkan atau di konsumsi si kecil, buah hati Kita ini sudah keburu tidur. Untuk mengakalinya, Anda bisa memompa air susu hingga habis. Sedapat mungkin, air susu mesti habis setelah si buah hati selesai menyusu. Karena setelah itu air susu akan diproduksi dengan lebih banyak lagi. Hal ini bisa dilakukan setiap kali si kecil selesai menyusui.
  3. Berusahalah tetap rileks. Secara psikologis, kondisi si Ibu sangat berpengaruh terhadap produksi air susu yang akan dikeluarkan untuk si kecil. Jangan cepat berpikir bahwa air susu yang akan dikeluarkan tidak cukup untuk buah hati Anda, karena ini sama saja akan menjadikan kondisi psikologis tidak baik. Barangkali untuk meyakinkan si ibu bahwa air susu yang diproduksi cukup untuk kebutuhan si kecil, peran suami sangatlah penting untuk memberikan dukungan kepada sang istri. Kondisi psikologis yang baik dari seorang Ibu akan meningkatkan ASI.
  4. Lakukan pemijatan payudara. Pemijatan yang dilakukan di sekitar payudara dapat merangsang otot dan juga hormon di sekitar payudara. Selain melakukan pemijatan di sekitar payudara ini, untuk memperlancar produksi ASI lakukan juga pengompresan dengan air hangat disusul pengompresan dengan menggunakan air dingin. Lakukan secara bergantian.
  5. Konsultasikan dengan dokter. Anda dan suami bisa mengunjungi klinik-klinik laktasi untuk berkonsultasi mengenai permasalahan minimnya produksi ASI yang dihasilkan. Jangan ragu dan malu untuk bertanya hal yang satu ini. Hal ini biasanya menjadi cara terakhir setelah berbagai cara telah dilakukan namun produksi air susu masih saja sedikit. Anda bisa mencari tahu lebih dalam mengapa produksi air susu rendah. Biasanya dengan berkonsultasi dengan dokter, maka akan didapatkan penyebab pasti mengapa produksi air susu ini rendah dan akan diberikan saran penggunaan obat maupun herba lainnya. Namun biasanya permasalahan yang sering muncul dari rendahnya produksi air susu Ibu ini karena frekuensi menyusui anak yang kurang.